Dengan masuknya agama Islam, orang Jawa mendapatkan ilham baru dalam menulis karya sastra mereka. Maka, pada masa-masa awal, zaman Sastra Jawa Baru, banyak pula digubah karya-karya sastra mengenai agama Islam. Suluk Malang Sumirang adalah salah satu yang terpenting.
Kemudian pada masa ini muncul pula karya-karya sastra bersifat ensiklopedis seperti Serat Jatiswara dan Serat Centhini. Para penulis 'ensiklopedia' ini rupanya ingin mengumpulkan dan melestarikan semua ilmu yang (masih) ada di pulau Jawa, sebab karya-karya sastra ini mengandung banyak pengetahuan dari masa yang lebih lampau, yaitu masa sastra Jawa Kuna.
Gaya bahasa pada masa-masa awal masih mirip dengan Bahasa Jawa Tengahan. Setelah tahun ~ 1650, bahasa Jawa gaya Surakarta menjadi semakin dominan. Setelah masa ini, ada pula renaisans Sastra Jawa Kuna. Kitab-kitab kuna yang bernapaskan agama Hindu-Buddha mulai dipelajari lagi dan digubah dalam bahasa Jawa Baru.
Sebuah jenis karya yang khusus adalah babad, yang menceritakan sejarah. Jenis ini juga didapati pada Sastra Jawa-Bali.
Daftar Cuplikan Karya Sastra Jawa Baru
Masa Islam
- Kidung Rumeksa ing Wengi
- Kitab Sunan Bonang
- Primbon Islam
- Suluk Sukarsa
- Serat Koja Jajahan
- Suluk Wujil
- Suluk Malang Sumirang
- Serat Nitisruti
- Serat Nitipraja
- Serat Sewaka
- Serat Menak
- Serat Yusup
- Serat Rengganis
- Serat Manik Maya
- Serat Ambiya
- Serat Kandha
Masa Renaisans dan sesudahnya
- Serat Rama Kawi
- Serat Bratayuda, Kyai Yasadipura
- Serat Panitisastra
- Serat Arjunasasra
- Serat Mintaraga, Ingkang Sinuwun Pakubuwana III
- Serat Darmasunya
- Serat Dewaruci
- Serat Ambiya Yasadipuran, Kyai Yasadipura
- Serat Tajusalatin
- Serat Cebolek
- Serat Sasanasunu
- Serat Wicara Keras
- Serat Kalatidha, Raden Ngabehi Ranggawarsita
- Serat Paramayoga, Raden Ngabehi Ranggawarsita
- Serat Jitapsara
- Serat Pustaka Raja
- Serat Cemporet
- Serat Damar Wulan, Raden Panji Jayasubrata, 1871
- Serat Darmagandhul



0 komentar:
Posting Komentar