Mitos asal usul pulau Jawa serta gunung-gunung berapinya diceritakan dalam sebuah kakawin, bernama Tangtu Panggelaran. Komposisi etnis
di pulau Jawa secara relatif dapat dianggap homogen, meskipun memiliki
populasi yang besar dibandingkan dengan pulau-pulau besar lainnya di
Indonesia. Terdapat dua kelompok etnis utama asli pulau ini, yaitu etnis
Jawa dan etnis Sunda. Etnis Madura dapat pula dianggap sebagai kelompok ketiga; mereka berasal dari pulau Madura yang berada di utara pantai timur Jawa, dan telah bermigrasi secara besar-besaran ke Jawa Timur sejak abad ke-18.[24]
Jumlah orang Jawa adalah sekitar dua-pertiga penduduk pulau ini,
sedangkan orang Sunda mencapai 20% dan orang Madura mencapai 10%.[24]
Empat wilayah budaya utama terdapat di pulau ini: sentral budaya Jawa (kejawen) di bagian tengah, budaya pesisir Jawa (pasisiran) di pantai utara, budaya Sunda (pasundan) di bagian barat, dan budaya Osing (blambangan) di bagian timur. Budaya Madura terkadang dianggap sebagai yang kelima, mengingat hubungan eratnya dengan budaya pesisir Jawa.[24]
Kejawen dianggap sebagai budaya Jawa yang paling dominan. Aristokrasi
Jawa yang tersisa berlokasi di wilayah ini, yang juga merupakan wilayah
asal dari sebagian besar tentara, pebisnis, dan elit politik di
Indonesia. Bahasa, seni, dan tata krama yang berlaku di wilayah ini
dianggap yang paling halus dan merupakan panutan masyarakat Jawa.[24] Tanah pertanian tersubur dan terpadat penduduknya di Indonesia membentang sejak dari Banyumas di sebelah barat hingga ke Blitar di sebelah timur.[24]
Jawa merupakan tempat berdirinya banyak kerajaan yang berpengaruh di kawasan Asia Tenggara,[25] dan karenanya terdapat berbagai karya sastra dari para pengarang Jawa. Salah satunya ialah kisah Ken Arok dan Ken Dedes,
yang merupakan kisah anak yatim yang berhasil menjadi raja dan menikahi
ratu dari kerajaan Jawa kuno; dan selain itu juga terdapat berbagai
terjemahan dari Ramayana dan Mahabharata. Pramoedya Ananta Toer
adalah seorang penulis kontemporer ternama Indonesia, yang banyak
menulis berdasarkan pengalaman pribadinya ketika tumbuh dewasa di Jawa,
dan ia banyak mengambil unsur-unsur cerita rakyat dan legenda sejarah
Jawa ke dalam karangannya.
Sumber: wikipedia



0 komentar:
Posting Komentar